TRAINING EMOTIONAL INTELLEGENCE & EFFECTIVE COMMUNICATION
Kecerdasan Emosional (EQ) adalah Kemampuan untuk Merasa, untuk Mengenali, Memahami, Mengelola, dan Mengarahkan Manifestasi Emosi yaitu Perilaku Diri Sendiri dan kepada individu lain EQ membantu membangun Hubungan yang lebih baik, mengambil Keputusan yang lebih Bijaksana dan Efektif, dan Menghadapi Tantangan dengan lebih siap Kecerdasan Emosional (EQ) berperan penting dalam kehidupan individu, mudah bekerja sama tim, beradaptasi, dilingkungan kerja, disebut sebagai prediktor kesuksesan hidup yang lebih baik daripada IQ, hingga Ketrampilan Teknis dikutip dari Web UnPad, Alodokter, Binus University dan banyak penelitian akademis terkait dengan Dampak EQ dalam kehidupan Goleman (dalam Safaria 2012: 12) mengatakan emosi negatif adalah perasaan individu yang dirasakan kurang menyenangkan seperti ketakutan, kekhawatiran, kecemasan, kebencian, kemarahan yang berlebihan yang dapat membuat individu bertindak dengan sangat tidak rasional atau diluar kontrol, dan dapat mempengaruhi sikap dan perilaku individu dalam berhubungan dengan individu lain.
Tujuan Pengelolaan Emosi :
- Tidak Over Thinking
- Tidak merasa Takdir tidak berpihak
- Tetap menjaga kesehatan Fisik
- Tidak “menyusahkan” lingkungan
- Tidak udah Mengeluh
- Pergaulan tidak Toxic
- Wajah selalu “ramah”
Training Emotional Intellegence & Effective Communication yang telah dilakasanakan pada tanggal 9 – 10 Desember 2025 yang lalu, dimana diselenggarakan oleh Diorama Training bersama dengan para peserta dari PT Hino Motors Sales Indonesia. Dengan trainer yang ahli pada bidang EQ dan Efective Communication, training tersebut membahas lebih dalam lagi bagaimana emosional seseorang berperan besar dan memiliki dampak yang luar biasa dalam berkomunikasi terhadap lawan bicara. Dalam berjalannya training tersebut, Trainer menjelaskan apa saja aspek – aspek yang harus diperhatikan dalam implementasi EQ dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.
TRAINING HARI KE 1
Training dimulai pada pukul 09.15 WIB diawali dengan pembukaan oleh CS, setelah itu masuk ke materi yang dibawakan oleh Trainer. Trainer mengawali training dengan memperkenalkan dirinya kepada peserta serta pengalamannya dalam dunia Emotional Intelegence & Effective Communication dalam menghadapi Rekan Kerja maupun Customer. Kemudian trainer masuk ke materi training dengan membahas terkait Reaksi dan respon Ketika ada mengatakan hal yang tidak mengenakan baik terhadap rekan kerja, pimpinan maupun orang yang baru dikenal. Setelah itu trainer menjelaskan mengenai apa itu EQ (Kecerdasan Emosional). Dijelaskan juga oleh trainer bahwa Kecerdasan Emosional menjadi aspek dasar dalam penilaian Karakter seseorang.
Setelah ishoma Trainer melanjutkan materi dengan menjelaskan terkait Mindset. adalah pola pikir atau cara berpikir individu, yang tercermin dari perilaku nya. Cara terbaik untuk meningkatkan pola pikir “bisa bawa diri”. contoh, situasi saat briefing, namun trust issue terhadap individu tsb.
TRAINING HARI KE 2
Training dimulai pada pukuk 09.13 WIB, melanjutkan materi hari sebelumnya, trainer Kembali melanjutkan materi dengan membahas pentingnya keterbukaan komunikasi dalam kerja tim pada Perusahaan dalam Emotional Intelligence & Communication Skills. Kemudian Trainer dan Peserta melakukan diskusi terkait dengan Komunikasi mereka pada team work peserta dalam mengerjakan tugas mereka. Setelah itu trainer menjelaskan terkait pentingnya Self Awareness (Kesadaran Diri) dalam mencoba memahami keadaan didalam dirinya. Karena aspek ini penting guna untuk mencapai Goals Bersama alam sebuah target pekerjaan.
Setelah ishoma, Trainer Kembali melanjutkan materi yaitu membahas terkait komunikasi lintas generasi. Karena dalam pekerjaan maupun berhadapan dengan customer akan ada berbagai macam usia baik itu Gen Boomers, X, Millenial dan Z. maka dari itu pentingnya melakukan Komunikasi Secara Sadar. Setelah itu peserta dan trainer berinterkasi tanya jawab terkait dengan oentingnya Komunikasi secara sadar dalam lintas generasi. Setelah itu Trainer memaparkan mengenai kaitan antara Emosi dan Komunikasi. Trainer menjelaskan pentingnya mengontrol Emosi dan Komunikasi dengan lawan bicara kita agar apa yang kita sampaikan dapat dipahami oleh rekan kerja kita dalam melakukan Team Work. Kemudian trainer menjelaskan terkait Neuro Linguistik Programing dalam Komunikasi.
Dalam berjalannya training, para peserta cukup antusias dan aktif berinteraksi dengan Trainer. Melakukan tanya jawab terkait dengan EQ dan Effictive Communication dalam kegiatan pekerjaan. Dimana jobdesk para peserta di perusahaannya berkaitan sangat dengan EQ dan Effective Communication. Training berjalan dengan lancar dan peserta juga mendapatkan insight baru terkait dalam pekerjaan mereka yaitu EQ dan Effective Communication untuk mereka Implementasikan di tempat mereka bekerja. Untuk informasi lebih lanjut terkait pelatihan ini, silakan menghubungi +62 812-5757-4430 (Fauzi) atau kunjungi website kami di https://diotraining.com/.





