Search
Search

TRAINING QUALITY CONTROL CIRCLE

Daftar Isi

TRAINING QUALITY CONTROL CIRCLE

TRAINING QUALITY CONTROL CIRCLE

Setiap perusahaan baik yang skala kecil atau besar, pasti membutuhkan inovasi maupun efektivitas agar bisnis dan marketnya makin berkembang ke depannya. Quality Control Circle ada salah satu komponen agar perusahaan tersebut dapat mengetahui seberapa efektif bagian bagian proses yang terjadi di dalam suatu bagian, maupun bagaimana mendapatkan inovasi agar proses tersebut dapat maksimal dan berujung pada meningkatkan kinerja perusahaan.

Pelatihan Quality Control Circle ini bertujuan agar perusahaan mendapatkan hasil yang maksimal dari seluruh bagian dengan cara mengoptimalkan proses-prosesnya di tiap bagian masing-masing. Serta dapat memberikan inovasi agar perusahaan tersebut bisa terus berada di Top Performance di industrinya masing-masih. Apabila ada 1 bagian yang tidak maksimal, maka kinerja perusahaan tersebut akan mengalami kesulitan, biaya yang tidak terkontrol dan juga banyak hal lainnya yang merugikan.

1. Tujuan Pelatihan (Goals)

Pelatihan ini bertujuan agar peserta:

  • Mampu membuat sistem QCC sendiri di perusahaan dan mengimplementasikannya ke seluruh bagian.
  • Dapat memberikan training & coaching kepada tim QCC, mulai dari menggali masalah hingga mendokumentasikan hasil improvement.
  • Dapat memperoleh dan menggunakan berbagai tools, termasuk formulir untuk 7 QC Tools.

2. Konsep Dasar Quality Control Circle (QCC)

Definisi dan Hubungan dengan TQM

  • Definisi QCC: QCC adalah sekelompok kecil pekerja garis depan (frontline operators) yang secara terus-menerus mengendalikan dan meningkatkan kualitas pekerjaan, produk, serta layanan mereka. Mereka beroperasi secara mandiri (autonomously) dan menggunakan konsep, alat, serta teknik kendali mutu.
  • Hubungan dengan TQM: Kegiatan QC Circle merupakan bagian penting dari Total Quality Management (TQM), yang berfungsi sebagai alat manajemen yang efektif untuk peningkatan kualitas secara keseluruhan.

Sejarah Singkat

Konsep QCC lahir di Jepang setelah Perang Dunia II sebagai upaya untuk mengatasi reputasi buruk produk Jepang. Peningkatan kualitas di Jepang didorong oleh manajemen yang bertanggung jawab penuh atas kualitas dan melalui pelatihan di seluruh hierarki perusahaan. QCC diadopsi sebagai sarana partisipasi tenaga kerja. Konsep ini kemudian berkembang menjadi kegiatan sukarela para mandor dan operator lini depan setelah adanya kuliah dari ahli Quality Control seperti Dr. W. E. Deming (1950) dan Dr. J.M. Juran (1954).

Karakteristik QCC

Karakteristik utama QCC meliputi:

  • Small Group: Biasanya 3-10 relawan dari bengkel/area kerja yang sama.
  • Continual Control and Improvement: Menggunakan konsep PDCA (Plan-Do-Check-Action) secara berkelanjutan.
  • Autonomous Operation: Bebas memilih masalah yang akan dipecahkan di area kerja mereka sendiri.
  • Utilization of QC Tools: Menggunakan teknik pemecahan masalah seperti 7 Tools, konsep 5S, 5W1H, 4M1E, dan 3Mu.

Tujuan QCC

Tujuan utama aktivitas QCC adalah:

  • Pembentukan tempat kerja yang menyenangkan.
  • Peningkatan moral dan pengembangan diri anggota.
  • Peningkatan dalam Jaminan Kualitas dengan menyelesaikan masalah secara sistematis di tempat kerja.

3. Tahapan Menjalankan Aktivitas QCC

Aktivitas QCC dibagi dalam 4 tahapan utama (Duration 6-12 months) yang sejalan dengan siklus PDCA:

Tahap Deskripsi Aktivitas Kunci
1. Preparation (P) Persiapan manajemen dan studi tentang QCC/TQM. Observasi kompetisi QCC dan studi QCC/TQM.
2. Installation (P) Pembentukan struktur organisasi resmi. Deklarasi Komitmen Manajemen, Pembentukan Komite Pengarah QCC, Kantor QCC, dan Penunjukan Fasilitator.
3. Implementation (D, C, A) Peluncuran Pilot Circle dan penyelesaian masalah pertama. Mengikuti 7 Langkah QC Story.
4. Sustaining QCC Penerapan konsep QCC di seluruh perusahaan. Mengadakan pertemuan dan evaluasi rutin oleh Komite Pengarah.

7 Langkah QC Story

Tahap implementasi Pilot Circle menggunakan 7 langkah QC Story:

  1. Pemilihan tema.
  2. Pemahaman kondisi saat ini dan penetapan tujuan.
  3. Penyusunan rencana aktivitas.
  4. Analisis penyebab.
  5. Pemeriksaan dan penerapan tindakan perbaikan.
  6. Penilaian efektivitas.
  7. Standarisasi dan perbaikan permanen.

4. Contoh Analisis Masalah (Langkah 2 – Analisa Kondisi)

Materi menyajikan contoh kasus analisis kondisi kerja menggunakan metode 4M+1E (Material, Machines, Methode, Man, Environment) untuk masalah Picking Part Spring Coil.

  • Masalah (Methode): MP harus memilah box part sebelum menempelkan label, yang menghasilkan Average Cycle Time 108 detik.
  • Kondisi Ideal (Methode): MP langsung menempelkan label setelah pencocokan nomor lot label vs E-kanban, dengan Ideal Cycle Time 72 detik.

5. Sistem Penilaian QCC (Penjurian)

Terdapat kriteria dan lembar penilaian yang komprehensif untuk evaluasi aktivitas QCC, termasuk:

  • PLAN (Perencanaan, Analisis/histori pemilihan tema, Sifat Thema Improvement).
  • DO (Pelaksanaan).
  • CHECK (Ketepatan & Kelengkapan Evaluasi dan Dampak Hasil Perbaikan).
  • ACTION (Standardisasi dan Continuous Improvement).
  • CREATIVITY (Kreativitas penyelesaian dan Keaslian Ide).
  • RESULT (Rasio Pencapaian Before & After).
  • PAPER and PRESENTATION (Mutu Makalah dan Kualitas Presentasi).

TRAINING QUALITY CONTROL CIRCLE

Dengan kebutuhan industry saat ini, salah satu perusahaan tambang di Kalimantan Selatan yaitu PT. Borneo Indobara yang mana pada kesempatan yang sama baru saja melakukan pembekalan pelatihan Quality Control Circle yang bekerja sama dengan penyedia jasa pelatihan, yaitu Diorama Training. Pelatihan ini berlangsung selama 2 hari dari mulai tanggal 09 – 10 Desember 2025 di Amaris La Codefin Kemang, Jakarta Selatan.

Dengan adanya pelatihanQuality Control Circle, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensinya dalam mengelola proses quality control, menerapkan analisis risiko secara tepat, serta mendukung peningkatan kualitas perusahaan. Selain itu, peserta juga diharapkan dapat memahami standar operasional yang berlaku, meningkatkan ketelitian dalam proses quality control circle. Keterampilan ini penting untuk memastikan setiap keputusan memiliki dasar analisis yang kuat dan mampu meminimalkan potensi risiko. Peserta juga diharapkan mampu berkontribusi dalam penguatan tata kelola perusahaan secara menyeluruh.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan juga, Anda dapat menghubungi kontak berikut: +62 851-8665-7577 (Dian) atau mengunjungi situs resmi kami di https://diotraining.com/.

Pencarian
Kontak Kami
Jadwal Pelatihan

Facebook
Twitter
Pelatihan Terbaru

DIAN

085186657577

AZMI

082311445878

ISNA

081318885447

NONA

082123463977